Analisis Semiotika Iklan Rokok Djarum 76 Serial “Jin” Versi “Terdampar, Jangkrik, Matre, Pingin Ganteng, dan Korupsi”
DOI:
https://doi.org/10.35897/dialektikaloka.v1i1.2083Kata Kunci:
semiotika, iklan, rokok, tanda, relasiAbstrak
Metode semiotika merupakan salah satu alat analisis yang efektif untuk menganalisis iklan rokok Djarum 76 serial “Jin” berjudul Terdampar, Jangkrik, Matre, Pingin Ganteng, dan Korupsi. Dalam penelitian semiotika ini teori yang digunakan mengacu pada Charles Sanders Peirce yang melibatkan tahapan semiosis meliputi reperesentamen (R) atau substansi luar tanda yang secara langsung berhubungan dengan individu, objek (O) atau ide yang dikenal sebagai klien tanda, ketiga interpretan (I) yang diterjemahkan dengan ungkapan oleh mediator. Iklan Djarum 76 serial “jin” berjudul Terdampar, Jangkrik, Matre, Pingin Ganteng, dan Korupsi menghadirkan karakter jin yang dibentuk dan dimaksudkan untuk melibatkan pelanggan dan orang banyak. Dengan cara ini, pengamat dan pembeli akan merasa terlibat dengan karakter jin yang berperilaku lucu. Faktanya, karakter jin memiliki artikulasi yang menyeringai, terkejut, atau tertawa. Penggambaran karakter jin yang menakutkan, tidak mengejutkan, namun terlihat menghibur menyiratkan bahwa komponen imajinasi berasal dari promosi Djarum 76 yang dikemas dengan lelucon. Penelitian ini diharapkan dapat membedah representasi yang digunakan oleh iklan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang tanda-tanda dan implikasinya terhadap pembaca. Hipotesis Charles Sanders Peirce cocok untuk pengujian semiotik, terutama dalam riset ini, yang mana di dalamnya terkandung pengujian tanda dan implikasi-implikasinya.
