Kedudukan Ayat Muhkam Menentukan Prinsip Pengakuan Pengukuran Transaksi Bank Syariah Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.35897/hasina.v3i1.2348Keywords:
Muhkam Verses; Transaction Recognition; Transaction Measurement; Islamic Banking; Sharia AccountingAbstract
Penelitian ini mengkaji kedudukan ayat muhkam dalam menentukan prinsip pengakuan dan pengukuran transaksi pada Bank Syariah Indonesia. Ayat muhkam, sebagai ayat yang memiliki makna jelas dan tegas dalam Al-Quran, menjadi landasan fundamental dalam penetapan standar akuntansi dan pelaporan keuangan syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka untuk menganalisis bagaimana ayat muhkam diterapkan dalam praktik pengakuan dan pengukuran transaksi perbankan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat muhkam memberikan dasar hukum yang kuat dalam menentukan waktu pengakuan pendapatan, pengukuran aset dan kewajiban, serta perlakuan akuntansi untuk berbagai akad syariah. Penerapan ayat muhkam secara konsisten memastikan transparansi, keadilan, dan kepatuhan syariah dalam pelaporan keuangan bank syariah. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan standar akuntansi syariah yang lebih komprehensif dan relevan dengan kebutuhan industri perbankan syariah di Indonesia.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Adelia Nindya Putri, Hasyim Haddade, Muhammad Yahya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.









