Media Matematika Adaptif Berbasis Offline-First Untuk SD Pedesaan: Di SD Negeri 102 Sigalapang
DOI:
https://doi.org/10.35897/consistan.v4i01.2554Kata Kunci:
Pembelajaran adaptif offline-first, Pemahaman konsep matematika, Pendidikan dasar pedesaan, Efikasi Diri DigitalAbstrak
Penelitian ini mengembangkan dan menguji dampak media pembelajaran matematika adaptif berbasis offline-first terhadap pemahaman konsep dan efikasi diri digital siswa sekolah dasar di wilayah pedesaan. Penelitian ini menggunakan desain metode campuran sequential explanatory terintegrasi dengan Design-Based Research, studi ini melibatkan 87 siswa SD Negeri 102 Sigalapang dalam intervensi enam minggu. Analisis kuantitatif melalui ANCOVA mengungkap peningkatan signifikan pada pemahaman konsep (Δ = +13,3 poin; p < ,001; ηp² = 0,183) dan efikasi diri digital (Δ = +1,06; p < ,001; ηp² = 0,145). Temuan kualitatif mengidentifikasi mekanisme psikopedagogis pendorong dampak prediktabilitas antarmuka mereduksi beban kognitif ekstrinsik, branching adaptif memfasilitasi otonomi tanpa stigma, serta umpan balik instan memperkuat pengalaman penguasaan. Frekuensi task abandonment turun dari 34,2% menjadi 9,1%, mengonfirmasi stabilitas keterlibatan dalam ekosistem terbatas. Studi menyimpulkan bahwa pembelajaran matematika adaftif berbasis offline-first merupakan strategi pedagogis sahih secara kognitif dan afektif, bukan sekadar solusi teknis. Hasil ini menawarkan kerangka referensi yang dapat direplikasi untuk pengembangan teknologi pendidikan inklusif di pasar berkembang, sekaligus menegaskan bahwa keadilan digital dalam pembelajaran matematika memerlukan desain yang responsif terhadap realitas infrastruktur lokal.







