Kajian Literatur: Hambatan Implementasi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Literasi Numerasi di Sekolah Menengah Pertama
DOI:
https://doi.org/10.35897/consistan.v3i02.2262Kata Kunci:
Asesmen Kemampuan Minimum, Literasi, Numerasi, Kajian literaturAbstrak
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hambatan dalam implementasi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) literasi dan numerasi di jenjang SMP melalui kajian literatur terhadap 20 artikel yang relevan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review dengan tahapan penelusuran, seleksi, ekstraksi, dan sintesis data. Hasil kajian menunjukkan bahwa hambatan utama AKM meliputi: (1) hambatan guru, berupa kurangnya pemahaman terhadap konsep dan indikator AKM serta minimnya latihan soal kontekstual; (2) hambatan siswa, berupa rendahnya kemampuan memahami teks, menafsirkan data, memilih strategi penyelesaian, serta kurangnya ketelitian; dan (3) hambatan sarana prasarana, seperti keterbatasan perangkat teknologi, bahan ajar, dan lingkungan literasi. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan AKM bergantung pada kesiapan ekosistem pendidikan secara menyeluruh, bukan hanya aspek teknis asesmen. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi guru, sekolah, dan pemangku kebijakan dalam memperkuat pelaksanaan AKM di SMP.







