Representasi Perempuan ‘Berdaya’ dalam Drama Layangan Putus
DOI:
https://doi.org/10.35897/dialektikaloka.v1i1.2091Kata Kunci:
perempuan, gender, komunikasi, kajian film, pemberdayaanAbstrak
Penelitian ini berupaya untuk menguji tentang bagaimana perempuan ‘berdaya’ direpresentasi dalam drama, Layangan Putus. Sinema kerapkali dibuat sebagai penyampai gambaran identitas perempuan melalui perspektif patriarkis dan kerapkali tidak memiliki ruang untuk menegosiasi identitas mereka sebagai manusia. Dengan menggunakan teori representasi yang dikembangkan oleh Stuart Hall dan meminjam kerangka konsep dalam kajian film, penelitian ini berupaya untuk menegaskan bagaimana perempuan menegosiasi nilai-nilai dan identitas mereka dalam budaya patriarki yang ketat dalam ruang sinema. Penelitian ini juga mengamati perihal bagaimana representasi perempuan mengalami transformasi dari waktu ke waktu dalam ruang sinema Indonesia. Representasi mereka bergeser menjadi lebih cair dan cukup resisten terhadap nilai-nilai patriarki.
