Agricultural Education and Practices for Making Organic Fertilizer in Sempu Hamlet, Cowek Village, Purwodadi District, Pasuruan Regency

Authors

  • Novia Nur Rohma
  • M. Syaikhudin

Keywords:

Pemanfaatan, Kotoran Hewan, Pupuk Organik

Abstract

Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan mati, kotoran hewan, limbah organik lainnya yang telah melalui proses rekayasa, dalam bentuk padat atau cair, dapat diperkaya dengan mineral dan mikroba yang berguna untuk meningkatkan kandungan hara dan bahan organik tanah serta memperbaiki properti fisik. kimia dan biologi tanah. Mayoritas masyarakat Desa Cowek, khususnya Dusun Sempu, bermata pencaharian sebagai petani. Mereka mengandalkan sawah dan ladang yang sebagian besar ditanami jagung. Petani masih menggunakan pupuk anorganik (kimia) dalam dosis besar tanpa diimbangi dengan pupuk organik. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan rasa tanggung jawab masyarakat untuk menjaga lingkungan dan juga memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara membuat pupuk organik dari kotoran hewan. Metode pengabdiannya adalah dengan melakukan sosialisasi dan edukasi pertanian serta praktek pembuatan pupuk organik. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata PAR 2022 telah berhasil dilaksanakan dengan output berupa peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pemanfaatan kotoran hewan menjadi pupuk organik.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

18-10-2022

How to Cite

Nur Rohma, N., & M. Syaikhudin. (2022). Agricultural Education and Practices for Making Organic Fertilizer in Sempu Hamlet, Cowek Village, Purwodadi District, Pasuruan Regency. Jurnal Aksi Afirmasi, 1(1), 1–6. Retrieved from https://ejournal.alqolam.ac.id/index.php/jurnalaksiafirmasi/article/view/850

Issue

Section

Articles