Menjadi Guru Bahasa Indonesia di Era 4.0 (Relevansi Konsep “School in The Cloud” Sugatra Mitra)

Authors

  • Moh. Ahsan Shohifur Rizal Institut Agama Islam (IAI) Al-Qolam Malang

DOI:

https://doi.org/10.35897/jurnaltinta.v2i2.859

Keywords:

Guru Bahasa Indonesia di Awan,, Era 4.0,, Pembelajaran

Abstract

Artikel ini membahas bagaimana menjadi guru Bahasa Indonesia di awan dengan pendekatan koseptual. Tantangan menjadi e-guru adalah hal yang pasti akan menjadi pokok permasalahan khususnya guru bahasa indonesia. Melalui artikel konseptual menjadi guru Bahasa Indonesia di awan dan pembelajaranya diharapkan menjadi trobosan alternatif dalam melaksanakan pembelajaran Bahasa Indonesia era 4.0 khususnya  di sekolah. Dengan berbagai piranti teknologi, berbagai sumber terbuka dapat diakses kapanpun, dimanapun oleh siapapun akan menjadi komponen integrasi pembelajaran pada era saat ini. konsep menjadi guru di awan dan pembelajaranya merupakan investiasi digital yang dapat dialkukan oleh guru Bahasa Indonesia dengan menyiapkan berbagai kebutuhan secara universal dan komprehensif. Sehingga guru Bahasa Indonesia mampu menjawab kebutuhan pembelajaran Bahasa Indonesia pada generasi Z. Dengan berbagai kemampuan multiversal, trans profesional dan trans kompetensi yang dimiliki guru Bahasa Indonesia akan memberikan jawaban dalam pembelajaran bahasa indonesia di era 4.0.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Fransori, Arinah dan Haleludin. (2019). Integrasi The Four CS dalam Pembelajaran Bahasa di Era Revolusi Industri 4.0. Eduhumaniora: Jurnal Pendidikan Dasar. Vol. 11 No. 2 Juli 2019.

Ibda, hamidullah. (2019). Pembelajaran Bahasa Indonesia Berwawasan Literasi Baru di Prguruan Tinggi dalam Menjawab Tantangan Era Revolusi Industri 4.0. Jalabahasa. Vol 15, No. 1, 2019.

Meyer, bill. Dkk. 2008. What is independent learning and what are the benefits for students?. London. Department for Children, Schools and Families Research Report 051.

Mishra, Sanjaya (Ed). (2015). Understanding Open Educational Recourses. Canada: Commonwealth of Learning.

Mitra, Sugata. Scholl in The Cloud Sole Toolkit How to Bring self-organisased learning enveonmen to Your Community. Dalam https://s3-eu-west-1.amazonaws.com/school-in-the-cloud-production-assets/toolkit/SOLE_Toolkit_Web_2.6.pdf diakses senin, 13 Januari 2020.

Montoya, Silvia. (2018). Defining Literacy. GMAL Fift Meeting. 17-18 October 2018 Hamburg, Germany. Dalam http://gaml.uis.unesco.org/wp-content/uploads/sites/2/2018/12/4.6.1_07_4.6-defining-literacy.pdf diakses tanggal 1 Maret 2020.

Mitra, S., Leat, D., Dolan, P., & Crawley, E. (2010, December). The Self Organised Learning Environment (SOLE) School Support Pack. ALT

North Central Regional Educational Laboratory and the Metiri Group. (2003). enGauge 21st Century Skills: Literacy in the Digital Age. Dalam https://pict.sdsu.edu/engauge21st.pdf diakses tanggal 1 Maret 2020.

Rizal, Moh. Ahsan Shohifur. 2018. Pembelajaran Model Tumpang Sari. Dalam http://pena.belajar.kemdikbud.go.id/2018/07/pembelajaran-model-tumpang-sari/ diakses tanggal 2 Maret 2020.

Rogers, dkk. Re-defining Post-Literacy in a Changing World - Education Research Paper No. 29, 1999, 148 p. Dalam https://assets.publishing.service.gov.uk/media/57a08d88ed915d3cfd001aae/paper29.pdf diakses tanggal 16 Januari 2020.

Sharma dkk. (2019) Understanding The Attitude of Generation Z Towards Workplace. International Journal of Management, Technology and Engginering. Volume IX, Issue 1, Januari 2019.

Downloads

Published

27-09-2020

How to Cite

Moh. Ahsan Shohifur Rizal. (2020). Menjadi Guru Bahasa Indonesia di Era 4.0 (Relevansi Konsep “School in The Cloud” Sugatra Mitra) . Jurnal Tinta: Jurnal Ilmu Keguruan Dan Pendidikan, 2(2), 53–64. https://doi.org/10.35897/jurnaltinta.v2i2.859