Internalisasi Nilai-Nilai Islam dan Ekonomi Syariah dalam Membentuk Rasionalitas Ekonomi Komunitas Suku Anak Dalam (SAD) Masuk Kota di Sarolangun
DOI:
https://doi.org/10.35897/jurnalaksiafirmasi.v7i2.2712Keywords:
nilai-nilai Islam, ekonomi syariah, rasionalitas ekonomi, suku anak dalam, pemberdayaan masyarakatAbstract
Kegiatan kajian ini bertujuan mengkaji bagaimana nilai-nilai Islam dan prinsip ekonomi syariah berperan dalam membentuk cara berpikir dan bertindak secara ekonomi di kalangan komunitas Suku Anak Dalam (SAD), khususnya kelompok SAD Masuk Kota di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif mikroetnografi melalui observasi partisipatif terbatas, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, anggota komunitas, tokoh agama, dan aparat pendamping selama proses integrasi sosial komunitas tersebut. Data dianalisis secara interpretatif menggunakan kerangka tindakan sosial Max Weber, habitus Pierre Bourdieu, dan rasionalitas ekonomi religius Masrul Alam Chudori. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunitas SAD Masuk Kota mengalami pergeseran dari rasionalitas ekonomi tradisional menuju rasionalitas instrumental, yang pada sebagian anggota berkembang lebih jauh menjadi rasionalitas bernilai melalui internalisasi konsep rezeki halal, kejujuran dalam bertransaksi, dan kerja sebagai ibadah. Nilai keadilan ('adl), keseimbangan (mizan), solidaritas (ukhuwah), dan keberkahan (barakah) tampil sebagai kerangka etis yang menjembatani tradisi dan modernitas. Kajian ini merekomendasikan penguatan literasi keuangan syariah, koperasi berbasis komunitas, dan pendampingan spiritual berkelanjutan sebagai model pemberdayaan ekonomi yang kontekstual bagi komunitas SAD Masuk Kota.



