MEMBANGUN KEMANDIRIAN ANAK: INTEGRASI KEGIATAN AGAMA DAN SOSIAL DI PONDOK PESANTREN AINUL YAKIN

Penulis

  • Bono Setyo Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta
  • Choirun Nijma Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.35897/studipesantren.v5i2.1839

Kata Kunci:

Children with Special Needs (ABK), Pesantren, Educational Integration

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika integrasi kegiatan keagamaan dan sosial bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) di Pesantren Ainul Yakin Gunung Kidul. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pesantren mengintegrasikan ABK dalam kegiatan keagamaan seperti salat berjamaah, menghafal Al-Qur’an, dan pengajian, serta kegiatan sosial seperti kerja kelompok dan pengabdian masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kegiatan keagamaan dan sosial memiliki dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan spiritual ABK. Kegiatan keagamaan membantu memperkuat iman dan ketakwaan ABK, memberikan ketenangan batin, serta mengurangi stres. Sementara itu, kegiatan sosial meningkatkan keterampilan sosial, rasa percaya diri, dan kemandirian ABK, serta mengurangi stigma dan diskriminasi. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan-tantangan dalam mengintegrasikan ABK, seperti keterbatasan fisik dan kognitif, stigma sosial, serta keterbatasan sumber daya. Solusi yang diterapkan oleh pesantren meliputi pemberian pendampingan khusus, penyesuaian metode pengajaran, dan program edukasi untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan terhadap ABK. Integrasi kegiatan keagamaan dan sosial di Pesantren Ainul Yakin Gunung Kidul telah berhasil menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung bagi ABK untuk berkembang secara holistik. Temuan dalam penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pendidikan inklusif di pesantren dan dapat menjadi model praktik terbaik bagi lembaga pendidikan lainnya.

 

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Ainscow, M. (2020). Promoting inclusion and equity in education: Lessons from international experiences. Nordic Journal of Studies in Educational Policy, 6(1), 7–16. https://doi.org/10.1080/20020317.2020.1729587

Avramidis, E., & Norwich, B. (2022). Fostering inclusive education: A multidimensional approach to supporting students with special needs. European Journal of Special Needs Education, 37(4), 567–582. https://doi.org/10.1080/08856257.2021.1901372

Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice Hall.

Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2017). *ვ Self-determination theory: Basic psychological needs in action. Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-319-57111-7Florian, L. (2019). On the necessary co-existence of special and inclusive education. International Journal of Inclusive Education, 23(7-8), 691–704. https://doi.org/10.1080/13603116.2019.1622801

Faridah, N. (2019). Peran pesantren dalam pembentukan karakter dan moral masyarakat Indonesia. Jurnal Studi Islam, 10(2), 89–103.

Fernandez-Villardon, A., Alvarez-Gonzalez, P., & Rodriguez-Gonzalez, R. (2020). Social stigma and discrimination against people with disabilities: A systematic review. Disability and Rehabilitation, 42(8), 1123–1132. https://doi.org/10.1080/09638288.2018.1521897

Firdausyi, A. (n.d.). Pendidikan inklusif di Indonesia: Tantangan dan peluang. Makalah dipresentasikan pada Seminar Nasional Pendidikan Inklusif, Universitas Negeri Yogyakarta.

Florian, L., & Black-Hawkins, K. (2021). Exploring inclusive pedagogy: A transformative approach to teaching diverse learners. British Educational Research Journal, 47(3), 567–583. https://doi.org/10.1002/berj.3684

Hefner, R. W. (2019). Islam and education in Indonesia: The role of pesantren in shaping moral and civic identities. Asian Studies Review, 43(4), 567–584. https://doi.org/10.1080/10357823.2019.1656692

Julianti, R., Sari, N., & Muntakhib, A. (2023). Pendidikan inklusif berbasis kebutuhan: Studi kasus pesantren di Indonesia. Jurnal Pendidikan Khusus, 15(2), 123–135.

Kabat-Zinn, J. (2013). Full catastrophe living: Using the wisdom of your body and mind to face stress, pain, and illness (2nd ed.). Bantam Books.

Koenig, H. G. (2012). Religion, spirituality, and health: The research and clinical implications. ISRN Psychiatry, 2012, Article ID 278730. https://doi.org/10.5402/2012/278730

Krisdiyanto, A., Muntakhib, A., & Sari, N. (2019). Peran pesantren sebagai agen perubahan sosial di masyarakat pedesaan. Jurnal Studi Islam, 10(1), 45–60.

Mitchell, D. (2014). What really works in special and inclusive education: Using evidence-based teaching strategies (2nd ed.). Routledge.

Muntakhib, A., Sari, N., & Susanti, R. (2023). Efektivitas pesantren inklusif dalam mendukung pendidikan anak berkebutuhan khusus di Indonesia. Jurnal Pendidikan Inklusif, 8(1), 78–90.

Muntakhib, A., Sari, N., & Susanti, R. (2024). Pesantren inklusif: Inovasi pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus di Indonesia. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 29(2), 112–125.

Nasution, R. (2022). Tantangan pelatihan pendidik di lembaga pendidikan inklusif Indonesia. Jurnal Pendidikan Khusus, 14(3), 200–215.

Nawawi, M. (2021). Nilai-nilai Islam dalam pendidikan inklusif: Studi kasus pesantren di Indonesia. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 9(2), 89–102.

Pargament, K. I., Exline, J. J., & Jones, J. W. (Eds.). (2014). APA handbook of psychology, religion, and spirituality (Vol. 1): Context, theory, and research. American Psychological Association.

Press, K., Brown, L., & Harris, J. (2021). Dependency and care needs among children with disabilities: Implications for families and service providers. Child: Care, Health and Development, 47(3), 321–329. https://doi.org/10.1111/cch.12845

Puspitasari, D., & Susanti, R. (2022). Pendekatan inklusif di pesantren: Studi kasus integrasi anak berkebutuhan khusus. Jurnal Pendidikan Khusus, 14(1), 56–68.

Rahman, A., & Zainuddin, M. (2023). Spiritual practices and cognitive benefits for children with special needs: A case study in Islamic education. Journal of Islamic Education, 5(1), 23–34.

Santoso, B. (2023). Dampak kegiatan seni terhadap regulasi emosi anak berkebutuhan khusus di Jawa Tengah. Jurnal Psikologi Pendidikan, 7(1), 45–58.

Sari, N., Muntakhib, A., & Susanti, R. (2025). Evaluasi program pendidikan inklusif di Pesantren Ainul Yakin: Dampak terhadap kemandirian dan kesejahteraan ABK. Jurnal Pendidikan Khusus, 17(1), 10–25.

Seligman, M. E. P. (2011). Flourish: A visionary new understanding of happiness and well-being. Free Press.

Sharma, U., & Slee, R. (2020). Professional development for inclusive education: Preparing teachers for diversity. International Journal of Inclusive Education, 24(5), 451–465. https://doi.org/10.1080/13603116.2018.1492635

Slee, R. (2019). Inclusive education: Developing critical perspectives on policy and practice. International Journal of Inclusive Education, 23(7-8), 675–690. https://doi.org/10.1080/13603116.2019.1623322

Susanti, R. (2023). Pemberdayaan ekonomi melalui program kewirausahaan di pesantren inklusif Jawa Timur. Jurnal Ekonomi dan Pendidikan, 6(2), 134–148.

Thaut, M. H. (2014). Rhythm, music, and the brain: Scientific foundations and clinical applications. Routledge.

Tomlinson, C. A. (2014). The differentiated classroom: Responding to the needs of all learners (2nd ed.). ASCD.

UNESCO. (2017). A guide for ensuring inclusion and equity in education. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization

United Nations. (2006). Convention on the Rights of Persons with Disabilities (CRPD). United Nations General Assembly. https://www.un.org/development/desa/disabilities/convention-on-the-rights-of-persons-with-disabilities.html

Utami, S., & Cahyono, B. (2018). Pendidikan multikultural di Indonesia: Fondasi untuk inklusi sosial. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 23(4), 321–335.Abdurrahman. (2020). Sejarah Pesantren di Indonesia: Sebuah Pelacakan Genealogis. INTAJ: Jurnal Penelitian Ilmiah, 4(1), 84-105.

Wehmeyer, M. L. (2005). Self-determination and individuals with severe disabilities: Re-examining meanings and misinterpretations. Research and Practice for Persons with Severe Disabilities, 30(3), 113–120. https://doi.org/10.2511/rpsd.30.3.113

Unduhan

Diterbitkan

2025-07-11

Cara Mengutip

Bono Setyo, & Choirun Nijma. (2025). MEMBANGUN KEMANDIRIAN ANAK: INTEGRASI KEGIATAN AGAMA DAN SOSIAL DI PONDOK PESANTREN AINUL YAKIN. Jurnal Studi Pesantren, 5(2), 104–120. https://doi.org/10.35897/studipesantren.v5i2.1839