REKONSTRUKSI SOSIO-MORAL BERBASIS KITAB TA'LIM AL-MUTA'ALLIM DI PONDOK PESANTREN GEDANGAN DALEMAN KEDUNGDUNG SAMPANG
DOI:
https://doi.org/10.35897/studipesantren.v6i1.1985Kata Kunci:
Rekonstruksi, Sosio-Moral, Ta'lim Al-Muta'allim, PesantrenAbstrak
Pendidikan di Indonesia cenderung terpecah menjadi komponen-komponen yang berjalan secara terpisah. Padahal tipe hasil belajar ada tiga, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Maka, pembelajaran kitab Ta’lim Al-Mutaallim mestinya tidak hanya dengan lisan tapi juga dengan pendekatan lain yang menjanjikan terhadap otimalisasi praktik moral. Dengan demikian dilakukan penelitian rekonstruksi sosio-moral berbasis kitab Ta'lim Al-Muta'allim di Pondok Pesantren Gedangan Daleman Kedungdung Sampang dengan metode penelitian kualitatif dan jenis penelitian field research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi sosio-moral tersebut dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu 1). Dengan pembelajaran yang holistik, yaitu persiapan, pengenalan materi, proses pembelajaran aktif, penerapan ilmu dan evaluasi dan refleksi 2). Dengan keteladanan dalam andhep ashor, abekteh dan ngormat. Merupakan budaya pesantren Madura yang bermakna pemberian contoh yang terpuji dalam rendah diri, berbakti dan menghormati orang lain 3). Dengan pembiasaan, yaitu aktivitas membiasakan anak dengan kegiatan yang bernilai baik terhadap pola pikir dan tingkah laku anak. Intensitas kegiatan yang begitu tinggi, sehingga mendarah daging kepada anak dan menjadi refleksi nyata dalam kehidupan sehari-hari
Unduhan
Referensi
Abdullah bin ‘Alawy al-Haddảd Al-Hadramî, al-Nashảih al-Dĭniyah wa al-Washảyả al-ĭmảniyah.
Abdullah bin Sa’du al-Fâlih, Tarbiyah al-Abnâ’ Marâhil Umuriyah wa Khutuwât ‘Amaliyah Wawasâil Tarbawiyyah, (t.t.: Dâr Ibnu al-Âtsîm, 1423 H.).
FN Nurnaningsih, “Rekonstruksi Falsafah Bugis Dalam Pembinaan Karakter: Kajian Naskah Paaseng Toriolo Tellumpoccoe,” Jurnal Lektur Keagamaan 13, no. 2 (2015), 393, https://doi.org/1.
Marbun, Stefanus M. and M. PdK. Psikologi Pendidikan. (Uwais Inspirasi Indonesia: Ponorogo, 2018).
Maria Josephine Wantah. Pengembangan Disiplin dan Moral Pada Anak. (Yogyakarta: PT. Kanisius, 2023).
Muhammad Yaumi dan Fatimah Sirate. “Konstruksi Model Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Spiritual untuk Perbaikan Karakter”, dalam Al-Qalam: Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya 20, Edisi Khusus, (2015).
Nasaruddin, Siti Fathonah dkk. Pengantar Sosiolinguistik (Padang: Perm Permata Hijau, 2024).
Nasaruddin, Siti Fathonah dkk. Pengantar Sosiolinguistik. (Padang: Perm Permata Hijau, 2024).
Nur Jamal et al., “Pengajian Dan Dekadensi Moral Remaja” 1, no. 1 (2016), 191–218, https://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/kabilah/article/view/1716/1268.
Riza devi Afriana, “Etika, Moral, Akhlak,” Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952. 6, no. November (2017).
Syaikh Nawawi al-Bantenni, Marâqî al-Ubûdiyah.
Setiyorini, S. R., & D. Setiawan. (2023). Perkembangan Kurikulum Terhadap Kualitas Pendidikan di Indonesia. JTP: Jurnal Teknologi Pendidikan, 1(1), 1-12.
Kusumawati, I., & Nurfuadi. (2024). Integrasi Kurikulum Pesantren Dalam Kurikulum Nasional Pada Pondok Pesantren Modern. Sanskara Pendidikan Dan Pengajaran, 2(01), 1–7. https://doi.org/10.58812/spp.v2i01.293.



