ISLAMISASI ADAT MINANGKABAU MELALUI PEMBERDAYAAN LEMBAGA SURAU: SEBUAH STUDI ANALISIS SEJARAH PADA ABAD KE-17

Penulis

  • Muhammad Sayyid Mufid Universitas Islam Internasional Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35897/studipesantren.v6i1.2175

Kata Kunci:

Minangkabau, Surau, Burhanuddin Ulakan, Matrilineal

Abstrak

Indonesia dikenal sebagai negara dengan mayoritas Muslim terbesar kedua di dunia. Secara historis, Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-13 melalui jalur perdagangan di Selat Malaka. Penyebaran yang luas ini tentu saja menciptakan keragaman budaya Islam Indonesia, di mana setiap daerah memiliki coraknya yang khas. Masyarakat Minangkabau merupakan masyarakat yang menganut ajaran Islam, di mana Islam telah menyatu dengan adat istiadat, begitu pula sebaliknya. Salah satu metode penyebaran Islam yang dikenal di Minangkabau adalah melalui Surau, yang merupakan lembaga pendidikan Islam tradisional. Artikel ini berfokus pada penyebaran Islam di Minangkabau melalui Surau, dengan mempertimbangkan konteks sosial budaya pada abad tersebut. Artikel ini juga mengkaji karakter Islam yang diperkenalkan oleh tokoh sentralnya, Syekh Burhanuddin Ulakan, yang membawa ajaran sufi tarekat Syatariyah. Pertanyaan terkait adalah bagaimana Islam menyebar di Minangkabau, bagaimana kondisi budaya adat Minangkabau yang memungkinkan diterimanya ajaran Islam, dan mengapa budaya adat Minangkabau tidak hanya menerima tetapi juga mengintegrasikan ajaran-ajaran tersebut, mengubah adat istiadat lama menjadi praktik-praktik yang berdasarkan Syariat. Artikel ini menggunakan analisis kualitatif dengan pendekatan historis, merujuk pada buku-buku sejarah, dokumen, dan artikel terkait. Argumen utama yang disampaikan adalah bahwa Islam yang diterapkan pada adat Minangkabau bukanlah Islam yang menghapus budaya, melainkan Islam yang dapat bersinergi dengannya.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Abdullah, Taufik. “Adat and Islam: An Examination of Conflict in Minangkabau.” Indonesia, no. 2 (1966): 1–24.

Abou El Fadl, Khaled. Reasoning with God: Reclaiming Shari ‘ah in the Modern Age. Rowman & Littlefield, 2014.

Adlan Sanur, Tarihoran. “Sjech Tuanku Aluma Koto Tuo Dan Pengaruhnya Dalam Pengembangan Tarekat Syatthariyah Di Minangkabau.” Tsaqafah: Jurnal Peradaban Islam 1, no. 1 (2014): 122–34.

Alfurqan, Alfurqan. “Evolution and Modernization of Islamic Education in Minangkabau.” Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies 16, no. 1 (2020): 82–98.

Anggoro, Bayu. “‘Wayang Dan Seni Pertunjukan’ Kajian Sejarah Perkembangan Seni Wayang Di Tanah Jawa Sebagai Seni Pertunjukan Dan Dakwah.” JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) 2, no. 2 (2018): 257–68.

Azra, Azyumardi. Surau: Pendidikan Islam Tradisi Dalam Transisi Dan Modernisasi. Kencana, 2017.

Berry, John W., A. Bouvy, R. R. Van de Vijver, P. Boski, and P. Schmitz. “Acculturation and Psychological Adaptation: An Overview.” In Book Title: Journeys into Cross-Cultural Psychology Subtitle: Selected Papers from the Eleventh International Conference of the International Association For, 222, 1994.

Dobbin, Christine. “Islamic Revivalism in Minangkabau at the Turn of the Nineteenth Century.” Modern Asian Studies 8, no. 3 (1974): 319–45.

Faslah, Roni, and Ahmad Khoirul Fata. “Islam, Adat, Dan Tarekat Syattariyah Di Minangkabau.” Al-Ittihad: Jurnal Pemikiran Dan Hukum Islam 6, no. 2 (2020): 1–19.

Hidayat, Ziaulhaq. “Tariqa Shattariyya (TS) and Spiritual Tourism in Pariaman, Indonesia.” International Journal of Religious Tourism and Pilgrimage 11, no. 2 (2023): 8.

Kato, Tsuyoshi. “Change and Continuity in the Minangkabau Matrilineal System.” Indonesia, no. 25 (1978): 1–16.

Kern, R. A. “The Origin of the Malay Surau.” Journal of the Malayan Branch of the Royal Asiatic Society 29, no. 1 (173 (1956): 179–81.

Laffan, Michael. The Makings of Indonesian Islam: Orientalism and the Narration of a Sufi Past. Princeton University Press, 2011. https://doi.org/10.1515/9781400839995.

Makdisi, George. Rise of Colleges. Edinburgh University Press, 2019.

Natsir, M. H. D., and Achmad Hufad. “The Function of Surau in Minangkabau Culture.” In 2nd International Conference on Educational Sciences (ICES 2018), 122–25. Atlantis Press, 2019.

———. “The Function of Surau in Minangkabau Culture.” In 2nd International Conference on Educational Sciences (ICES 2018), 122–25. Atlantis Press, 2019.

Park, Robert Ezra, and Ernest Watson Burgess. Introduction to the Science of Sociology. Vol. 1. University of Chicago Press, 1924.

Samad, Duski. “Syekh Burhanuddin Dan Islamisasi Minangkabau (Syarak Mandaki Adat Manurun).” TMF PRESS JAKARTA, 2003.

Sedjarah Islam Di Sumatera. Pustaka Nasional, 1950.

Syahril, Syahril, and Del Marjoni. “Jejak Perjuangan Syekh Burhanudin Dalam Mengembangkan Ajaran Islam Di Kabupaten Padang Pariaman.” Tarikhuna: Journal of History and History Education 3, no. 1 (2021): 84–98.

Syamsudin, Syamsudin, Muhammad Amin, Dodi Saputra, Anggi Afrima Rambe, and M. Yakub Iskandar. “Islamic Education System of Minangkabau Society: Analysis Review of 17th-18th Century.” Al-Hashif: Jurnal Pendidikan Dan Pendidikan Islam 2, no. 2 (2024): 56–64.

Tanner, Nancy Makepeace. “The Nuclear Family in Minangkabau Matriliny: The Mirror of Disputes.” Bijdragen Tot de Taal-, Land-En Volkenkunde, no. 1ste Afl (1982): 129–51.

Wahab, Zainul, and STAI Hubbulwathan Duri. “Pengembangan Dakwah Kelompok Tarekat Syattariyah Di Sumatera Barat.” AL-QOLAM: Jurnal Dakwah Dan Pemberdayaan Masyarakat 4 (2020): 142–57.

Diterbitkan

2026-01-08

Cara Mengutip

Muhammad Sayyid Mufid. (2026). ISLAMISASI ADAT MINANGKABAU MELALUI PEMBERDAYAAN LEMBAGA SURAU: SEBUAH STUDI ANALISIS SEJARAH PADA ABAD KE-17. Jurnal Studi Pesantren, 6(1), 70–86. https://doi.org/10.35897/studipesantren.v6i1.2175