INTERNALISASI NILAI-NILAI MODERASI MELALUI KITAB AT-TAḤLIYYAH (STUDI KASUS DI MADRASAH DINIYAH HM AL-MAHRUSIYAH)
DOI:
https://doi.org/10.35897/studipesantren.v6i1.2228Kata Kunci:
Value Internalization, Religious Moderation, At-Taḥliyyah, PesantrenAbstrak
Penelitian ini menganalisis proses internalisasi nilai-nilai moderasi beragama melalui pembelajaran kitab At-Taḥliyyah di Madrasah Diniyah HM Al-Mahrusiyah Lirboyo Kediri sebagai bagian dari pembentukan karakter bagi santri yang berpikiran moderat. Meningkatnya tren eksklusivisme dan intoleransi di kalangan kelompok tertentu menjadi latar belakang penelitian ini. Sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional, pesantren memainkan peran strategis dalam menanamkan keseimbangan dan toleransi melalui pendekatan budaya dan keteladanan.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi proses pembelajaran At-Taḥliyyah. Analisis data menggunakan metode Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan.
Hasilnya mengungkapkan bahwa internalisasi nilai-nilai moderasi terjadi melalui tiga tahapan utama: transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi nilai. Melalui tahapan-tahapan ini, santri tidak hanya memahami moderasi secara kognitif tetapi juga menerapkannya dalam perilaku sosial yang mencerminkan tawassuṭh (moderasi), i‘tidāl (keadilan), tasāmuh (toleransi), syūrā (musyawarah), iṣlāḥ (reformasi/perbaikan), dan muwāṭanah (patriotisme). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kitab At-Taḥliyyah berfungsi sebagai media pendidikan yang efektif untuk memperkuat karakter santri sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan, humanisme, dan visi Kementerian Agama tentang moderasi beragama.
Unduhan
Referensi
A. Izzul Maula. (2025, Mei). Siswa Madrasah Diniyah Putra HM Al-Mahrusiyah [Lorong KPL].
A. Khaliq Ahmad. (2015). Islamic Moderation: The Way Forward. Volume 5 Nomor 2, 12–13.
A. Muthi’ Uddin. (2022). Taḥliyyah Terjemah dan Makna Pesantren. Lembaga Ladang Kata.
Abdurrahman Mas’ud. (2002). Menghidupkan Tradisi Pesantren: Wacana Pendidikan Islam. Gama Media.
Abdurrahman Wahid. (2006). Islamku, Islam Anda, Islam Kita. The Wahid Institute.
Ahmad Alvi Harismawan et al. (2022). Implementasi Moderasi Beragama Dalam Pembelajaran Pai. Volume 5 No 3. https://doi.org/https://doi.org/10.31538/almada.v5i3.2597
Ahmad Syafii Maarif,. (2009). Islam dalam Bingkai Keindonesiaan dan Kemanusiaan. Mizan.
Azyumardi Azra. (2000). Islam Substantif: Agar Umat Tidak Jadi Buih. Mizan.
Azyumardi Azra. (2007). Identitas dan Krisis Budaya: Membangun Multikulturalisme Indonesia. Alvabet.
Azyumardi Azra. (2012). Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi di Tengah Tantangan Milenium III. Kencana.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2023). “Kamus Besar Bahasa Indonesia. https://kbbi.kemdikbud.go.id/Beranda.
Enco Mulyasa. (2011). Manajemen Pendidikan Karakter. Rosdakarya.
Hasyim Asy‘ari. (1994). Adab al-‘Ālim wa al-Muta‘allim. Maktabah Pesantren Tebuireng.
Iis Sugiarti. (2022). Pendidikan Nilai Moderasi Beragama Dan Implikasinya Terhadap Etika Sosial Santri Di Pondok Pesantren Darussalam Dukuhwaluh Purwokerto.
J. Mark Halstead. (2007). Education and Morality in a Multicultural Society. Routledge.
Kementerian Agama RI. (2019). Moderasi Beragama. Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI.
Lawrence Kohlberg. (1981). Essays on Moral Development. San Francisco: Harper & Row, Volume 1, 409.
Lexy J. Moleong. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.
M. Quraish Shihab. (1996). Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat. Mizan.
M. Zainul Hasan. (2021). Pesantren dan Moderasi Beragama: Internalisasi Nilai Moderasi dalam Pendidikan Santri. Vol. 9, No. 2, 211–228.
Masturaini. (2021). Penanaman Nilai-Nilai Moderasi Beragama di Pesantren Shohifatusshofa NW [Skripsi]. IAIN Palopo.
Matthew B. Miles, A. Michael Huberman, & Johnny Saldaña. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. SAGE Publications.
Mohammad Hashim Kamali. (2015). Mohammad Hashim Kamali, The Middle Path of Moderation in Islam: The Qurʼānic Principle of Wasatiyyah. Oxford University Press.
Muhaimin. (2018). Paradigma Pendidikan Agama Islam: Upaya Untuk Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam Di Sekolah. Remaja Rosdakarya.
Muhammad Hasan. (t.t.). Konsep Pendidikan Akhlak Dalam Kitab At-Taḥliyyah Wa AtTargīb Fī At-Tarbiyyah Wa At-Tahżīb Karya Sayyid Muḥammad [Skripsi].
Noorhaidi Hasan. (2012). Radikalisme Islam di Indonesia. Pustaka Pelajar.
Rosyana K. & Bustanul A. (2022). Pendidikan Karakter Perspektif Sayyid Muḥammad dalam Kitab At-Taḥliyyah,.
Safirudin. (2025, Ndalem Ngadiluwih Mei). Munawib Madrasah Diniyah Putra HM Al-Mahrusiyah [Komunikasi pribadi].
Sari Laela Sa’dijah and M. Misbah. (2021). Internasilasi Pendidikan Agama Islam Dalam Pembentukan Sikap Dan Perilaku Siswa. Volume 9 No 1(Jurnal Kependidikan). https://ejournal.uinsaizu.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/5501
Satir, dkk. (2022). Tradisi Pesantren dan Penguatan Moderasi. Volume 5 No 2.
Sayyid Muḥammad. (t.t.). At-Taḥliyyah wa At-Targhīb fī At-Tarbiyyah wa At-Tahżīb. Dār al-Turāth al-Islāmī.
Thomas Lickona. (1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. Bantam Books.
Tilaar, H. A. R. (2002). erubahan Sosial dan Pendidikan: Pengantar Pedagogik Transformatif untuk Indonesia. Grasindo.
Zamakhsyari Dhofier. (2011). Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kyai. LP3ES.



