Reformasi Kurikulum Pesantren untuk Melahirkan Ulama Mujtahid: Integrasi Kitab Turats dan Nalar Kritis Santri
DOI:
https://doi.org/10.35897/jiwo.v1i2.2741Keywords:
Reformasi kurikulum pesantren, Ulama mujtahid, Kitab turats, Kemandirian berpikir santriAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model reformasi kurikulum pesantren dalam rangka melahirkan ulama bertaraf mujtahid melalui integrasi pendalaman kitab turats, penguatan nalar kritis, dan kemandirian berpikir santri di Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan mendesak untuk menghadirkan ulama yang tidak hanya menguasai teks klasik, tetapi juga memiliki kapasitas analitis, argumentatif, dan kontekstual dalam merespons persoalan keagamaan kontemporer. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi konseptual-analitis berbasis kajian literatur dan praktik pendidikan pesantren. Hasil kajian menunjukkan bahwa reformasi kurikulum pesantren perlu diarahkan pada tiga pilar utama. Pertama, pendalaman kitab turats secara komprehensif hingga level muthawwalat dan muqaran, disertai penguasaan ushul fiqh dan qawa’id fiqhiyyah agar santri memahami metodologi istinbath hukum. Kedua, penguatan nalar kritis melalui pembiasaan bahtsul masa’il dan musyawarah ilmiah yang membuka ruang dialog, perbedaan pendapat, serta pengujian argumen berbasis dalil secara santun. Ketiga, pengembangan kemandirian berpikir santri agar mampu keluar dari pola taqlid menuju kemampuan ijtihad terbatas dalam persoalan furu’iyyah dengan berlandaskan Al-Qur’an, hadis, ijma’, dan qiyas. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi antara kedalaman literasi turats, tradisi intelektual kritis, dan latihan ijtihad merupakan fondasi strategis dalam membentuk ulama yang otoritatif sekaligus responsif terhadap dinamika zaman. Dengan demikian, reformasi kurikulum pesantren menjadi langkah krusial dalam memperkuat peran pesantren sebagai pusat kaderisasi ulama mujtahid yang relevan dan berdaya saing
Downloads


