Musyawarah Kitab Sebagai Media Penguatan Ukhuwah dan Tradisi Keilmuan dalam Membentuk Kohesi Sosial
DOI:
https://doi.org/10.35897/jiwo.v1i3.2743Keywords:
Musyawarah Kitab, Ukhuwah Islamiyah, Tradisi Keilmuan, Kohesi Sosial, Pesantren dan Dakwah KomunitasAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Musyawarah Kitab sebagai media penguatan ukhuwah dan pelestarian tradisi keilmuan dalam membentuk kohesi sosial di Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana praktik musyawarah kitab yang melibatkan santri, alumni, dan masyarakat mampu membangun relasi sosial-keagamaan yang berkelanjutan serta memperkuat budaya intelektual pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan pendekatan etnografi untuk memperoleh pemahaman yang mendalam dan kontekstual terhadap dinamika yang terjadi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi kegiatan musyawarah kitab yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan di berbagai wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musyawarah kitab berfungsi sebagai media efektif dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah lintas generasi melalui intensitas interaksi yang tinggi, internalisasi nilai kebersamaan, tanggung jawab kolektif, dan sikap toleran terhadap perbedaan pendapat. Selain itu, kegiatan ini berkontribusi dalam melestarikan tradisi keilmuan pesantren melalui integrasi metode bandongan, diskusi, dan bahtsul masail yang mendorong kemampuan berpikir kritis dan argumentatif berbasis dalil. Relasi antara guru, santri, dan alumni mengalami transformasi menjadi lebih dialogis tanpa menghilangkan otoritas keilmuan pengasuh. Lebih jauh, musyawarah kitab juga berperan sebagai model dakwah berbasis komunitas yang meningkatkan literasi keagamaan masyarakat serta membentuk komunitas belajar yang berkelanjutan.
Downloads


