MASYARAKAT PESANTREN DAN KARAKTERNYA SEBAGAI BENTUK MASYARAKAT MUSLIM IDEAL

Penulis

  • Hifni Nasif Universitas Darussalam Gontor
  • Maulida 'Izzatul Amin Universitas Darussalam Gontor
  • Syahrozad Khunaifah Istanbul Sabahattin Zaim university

DOI:

https://doi.org/10.35897/studipesantren.v5i2.1682

Kata Kunci:

Masyarakat, pesantren, kiai, santri, masjid

Abstrak

Pesantren di Indonesia bukan hanya sekadar tempat pendidikan agama, tetapi juga pusat pembentukan karakter yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam, seperti keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, al-ukhuwah al-Islamiah, dan kebebasan. Kelima jiwa filosofis tersebut kemudian terinternalisasi dalam hubungan tiga struktur utama, yaitu kiai, santri, dan masjid. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan kajian pustaka untuk mengkaji falsafah kehidupan sosial pesantren dan bagaimana prinsip-prinsip tersebut berkontribusi terhadap pembentukan karakter santri dan masyarakat Islam yang ideal. Setelah melakukan penelitian ini, peneliti dapat menyimpulkan bahwa kelima pilar tersebut memiliki peran penting dalam membentuk kehidupan sosial yang berakhlak mulia di pesantren. Keikhlasan menjadi landasan bagi hubungan yang harmonis antara kiai dan santri, sehingga menumbuhkan akhlak yang kuat. Kesederhanaan mengajarkan santri untuk hidup dalam keseimbangan, menumbuhkan solidaritas dan tanggung jawab sosial. Kemandirian dalam pesantren mempersiapkan santri untuk mengelola kehidupan mereka sendiri dan berkontribusi pada keberlanjutan pesantren. Persaudaraan Islam menyatukan santri dari berbagai latar belakang, membentuk mereka menjadi agen pemersatu umat. Pesantren juga mengajarkan kebebasan berdasarkan nilai-nilai Islam, termasuk kebebasan dari penjajahan fisik dan mental, sekaligus memberikan ruang bagi para santri untuk merencanakan masa depan mereka.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Alamin, N. S. (2020). Implementasi Pendidikan Kepemimpinan di Pesantren ( Studi Kasus di Pondok Modern Darussalam Gontor Indonesia ). Jurnal Tahdzibi, 5(1), 33–48. https://doi.org/10.24853/tahdzibi.5.1.33-48

Alhamuddin, & Hamdani, F. F. R. S. (2018). Hidden curriculum: Polarisasi pesantren dalam upaya membentuk kesalehan individu dan sosial (Case study pondok modern Darussalam Gontor Ponorogo). Al-Murabbi, 5(1), 50–65.

Azra, A. (1998). Esesi-Esesi Intelektual Muslim dan Pendidikan Islam. Logos Wacana Ilmu.

Besar, T. P. K. (1990). Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia.

Busthomi, Y. (2023). Kiai Sebagai Pemimpin di Pondok Pesantren. Jurnal Studi Pesantren, 03(02).

Damanhuri, A., Mujahidin, E., & Hafidhuddin, D. (2013). Inovasi Pengelolaan Pesantren dalam Menghadapi Persaingan di Era Globalisasi. Ta’dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, 2(1), 17. https://doi.org/10.32832/tadibuna.v2i1.547

Dhofier, Z. (2011). Tradisi Pesantren. LP3ES.

Faris, A. (2019). KEPEMIMPINAN KIAI Abstrak : Abstract : Studies in Educational Evaluation, 123–144.

Fatihah, I. (2018). Kepemimpinan KH. Imam Zarkasyi di Pondok Modern Darussalam Gontor. JIEM (Journal of Islamic Education Management), 2(2), 26. https://doi.org/10.24235/jiem.v2i2.3407

Ghofur, A., & Syuhud. (2023). Perubahan Paradigma Pendidikan di Pesantren: Rekontekstualisasi Pendidikan Islam di Era Kontemporer. Nusantara: Indonesian Journal of Islamic Studies, 3(2), 207–222. https://doi.org/10.54471/nusantara.v3i2.37

Ghofur, S. A. (2011). Membumikan Pendidikan Multikultural Di Pesantren. Millah, 11(1), 291–301. https://doi.org/10.20885/millah.vol11.iss1.art15

Haedari, A. (2004). Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas dan tantangan Komplesitas Global. IRP Press.

Hamzah, M. (2018). Transformasi Pondok Pesantren Muadalah: Antara Fakta Historis dan Tantangan Masa Depan. Jurnal Reflektika, 13(1), 25. http://ejournal.idia.ac.id/index.php/reflektika/article/view/171

Imam Zarkasyi. (1997). Pekan Perkenalan Pondok Modern Darussalam Gontor. Darussalam Press.

Ismail, F. (2002). Dinamika Pesantren dan Madrasah. Pustaka Pelajar.

Iswati, A. B. C. H. (2023). Potret Gerakan Intelektual Dan Institusi Pendidikan Islam Di Indonesia Beserta Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. At-Tajdid: Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran Islam, 7(1), 160.

Ma’rifah, S. (2015). Pesantren sebagai Habitus Peradaban Islam Indonesia. Jurnal Penelitian, 9(2), 362.

Maghfiroh, S. S. (20209). Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Peningkatan Mutu Perguruan TinggiUniversitas Darussalam Gontor. Jurnal Bahana Manajemen Pendidikan, 9(2), 16–23.

Marzuki, M., Santoso, B., & Ghofur, M. A. (2021). Penguatan Peran Pesantren untuk Membangun Pertahanan Umat Islam Indonesia di Era Society 5.0. Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi Dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO), 3(November), 269–278. https://doi.org/10.54706/senastindo.v3.2021.154

Muhakamurrahman, A. (2014). Pesantren: Kiyai Santri dan Tradisi. Ibda’ Jurnal Kebudayaan Islam, 12(2), 113.

Muhammad Anwar Fathoni, A. N. R. (2019). Peran pesantren dalam pemberdayaan ekonomi umat di Indonesia. CIMAE: Conference on Islamic Management, Accounting, and Economics, 2, 133–140. https://journal.uii.ac.id/CIMAE/article/view/12766/9450

Mukhibat. (2015). Meneguhkan Kembali Budaya Pesantren Dalam Merajut Lokalitas, Nasionalitas dan Globalitas. KARSA Jurnal Sosial Dan Budaya Keislaman, 23(2), 179.

Nadzir, M. (2015). Membangun Pemberdayaan Ekonomi Di Pesantren. Economica: Jurnal Ekonomi Islam, 6(1), 37–56. https://doi.org/10.21580/economica.2015.6.1.785

Nasif, H., & Amin, M. ’Izzatul. (2024). THE FOUR CENTRAL PILLARS OF EDUCATION AT PESANTREN-BASED UNIVERSITIES UNIDA GONTOR, INDONESIA. International Conference on Pesantren and Islamic Studies, 01(01), 166–181.

Nur Aini, K. D., & Lazuardy, A. Q. (2020). Kritik Dualisme dalam Pendidikan Islam. Prosiding Konferensi Integrasi Interkoneksi Islam Dan Sains, 2, 307–312. http://sunankalijaga.org/prosiding/index.php/kiiis/article/view/417

Puadi, H., & Malang, U. A. (2024). Tipologi kepemimpinan kyai pesantren. 4(4).

Ruhdiyanto, D., Sohim, B., Afif, S., Ardilah, N., & Ubaydillah, S. B. (2024). Peran Kiai dalam Pembinaan Akhlak Santri di Pondok Pesantren Pagelaran III. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(3), 2638–2644. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i3.4037

Simuh. (2003). Islanm dan Pergumulan Budaya jawa. Teraju.

Siregar, M. K. (2018). Pondok Pesantren Antara Misi Melahirkan Ulama Dan Tarikan Modernisasi. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, 3(2), 16–27. https://doi.org/10.25299/althariqah.2018.vol3(2).2263

Sufirmansyah, & Badriyah, L. (2022). Telaah Kritis Eksistensi Pesantren sebagai Refleksi Pendidikan Islam Holistik dalam Membentuk Generasi Muslim Berkarakter. JoIEM (Journal of Islamic Education Management), 1(1), 1–19. https://doi.org/10.30762/joiem.v1i1.90

Syahputra, A., Ismaulina, I., Khairina, K., Zulfikar, Z., & Rofizar, H. (2022). Pendekatan Ekonomi Syariah Bagi Pemberdayaan Ekonomi Pesantren. Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 116. https://doi.org/10.24235/dimasejati.v4i1.10823

Syam, N., & Humaidi, A. (2024). THE ROLE OF PESANTREN IN THE EMPLOYMENT OF WORKERS IN THE INDUSTRIAL ERA 4.0:(Study at Pondok Pesantren Attanwir Bojonegoro). Jurnal Studi Pesantren, 4(1), 1–16.

Syiraj, S. A. (1999). Pesantren Masa Depan, Wacana Pemberdayaan dan Transformasi Pesantren. Pustaka Hidayah.

Wiryosukarto, A. H. (1996). Biografi KH. Imam Zarkasyi dari Gontor Merintis Pesantren Modern. Gontor Press.

Unduhan

Diterbitkan

2025-07-04

Cara Mengutip

Nasif, H., 'Izzatul Amin, M., & Syahrozad Khunaifah. (2025). MASYARAKAT PESANTREN DAN KARAKTERNYA SEBAGAI BENTUK MASYARAKAT MUSLIM IDEAL. Jurnal Studi Pesantren, 5(2), 61–75. https://doi.org/10.35897/studipesantren.v5i2.1682