Implementasi Kebijakan Pendidikan Islam Berbasis Gender: Studi Model Kesetaraan dalam Sistem Segregasi di MTs Al-Khoirot Malang
DOI:
https://doi.org/10.35897/jiwo.v1i3.2738Keywords:
Pendidikan Islam berbasis gender, Segregasi kelas, Kesetaraan gender, Kebijakan pendidikan gender, Model kesetaraan gender di Madrasah Tsanawiyah Al-KhoirotAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pendidikan Islam berbasis gender melalui model segregasi dengan tetap menjamin kesetaraan akses di MTs Al-Khoirot Malang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada praktik pemisahan kelas, gedung, dan guru berdasarkan gender yang lazim dalam tradisi pesantren, namun di sisi lain tetap mengedepankan prinsip keadilan dalam akses pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memahami secara mendalam makna, praktik, serta budaya gender yang berkembang dalam konteks tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MTs Al-Khoirot menerapkan model gender-segregated but access-equal education, yaitu pemisahan fisik antara siswa laki-laki dan perempuan yang diimbangi dengan pemberian akses pembelajaran, fasilitas, serta kesempatan kegiatan yang relatif setara. Pada level kebijakan formal, tidak selalu ditemukan aturan tertulis yang secara eksplisit mengatur kesetaraan gender, namun praktik yang berlangsung mencerminkan keadilan distributif. Pada level implementasi, kurikulum yang digunakan sama antara siswa putra dan putri, kegiatan organisasi seperti OSIS berjalan secara paralel, serta terdapat pembagian peran guru berdasarkan gender yang selaras dengan nilai-nilai pesantren. Kebaruan penelitian ini terletak pada konsep kesetaraan gender berbasis segregasi pesantren yang mengintegrasikan struktur, mekanisme, nilai, dan dampak secara holistik, sehingga menghasilkan model kebijakan pendidikan yang adil sekaligus kontekstual
Downloads


