Efektivitas Metode Bandongan dan Sorongan: Studi Komparatif
DOI:
https://doi.org/10.35897/jiwo.v1i3.2745Keywords:
Pendidikan Pesantren, Metode Bandongan dan Sorogan, Literasi Kitab Kuning, Kompetensi Tata Bahasa ArabAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap efektivitas pelaksanaan metode bandongan dan sorogan serta implikasinya terhadap kemampuan membaca kitab kuning di Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bandongan dan sorogan bersifat saling melengkapi serta efektif untuk tujuan yang berbeda. Metode sorogan yang diterapkan pada pengajian kitab Al-Iqna’, Al-Muhadzab, dan Fathul Wahhab terbukti lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman dan penguasaan gramatika kitab kuning. Proses pelaksanaannya melibatkan interaksi langsung antara santri dan kiai, di mana santri membaca dan menerjemahkan, sementara kiai menyimak serta memberikan koreksi. Sebaliknya, metode bandongan yang bersifat klasikal memungkinkan penyampaian materi secara cepat kepada banyak santri dan memupuk kerendahan hati. Metode ini digunakan dalam pengajian kitab Ibanatul Ahkam, Ihya Ulumiddin, dan Shiroh Nabawiyah. Secara keseluruhan, kedua metode tersebut memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kemampuan literasi kitab kuning santri secara komprehensif dan berkelanjutan. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi strategi pembelajaran tradisional yang adaptif dalam konteks pesantren modern. Implikasi praktis penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi pengembangan kurikulum dan metode pengajaran yang lebih efektif, kontekstual, dan berorientasi pada kebutuhan santri masa kini
Downloads


