Strategi Pengembangan Kelembagaan melalui Formulasi Manajemen Strategik di SMP Plus Fityani Pujon
DOI:
https://doi.org/10.35897/ie.v1i4.2681Keywords:
Pengembangan kelembagaan, formulasi strategi, budaya organisasi, pendidikan Islam, keunggulan kompetitifAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan kelembagaan melalui formulasi manajemen strategik di SMP Plus Fityani Pujon. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang diperkuat dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi strategi diawali dengan analisis lingkungan internal dan eksternal, dilaksanakan secara partisipatif melalui keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, serta menerjemahkan visi sekolah ke dalam strategi kelembagaan yang terintegrasi. Strategi pengembangan diwujudkan melalui diferensiasi lembaga, penguatan kurikulum integral, pengembangan sumber daya manusia, penguatan budaya organisasi, digitalisasi, dan perluasan jejaring kelembagaan. Implementasi strategi dilaksanakan melalui program unggulan yang mengintegrasikan tahfidz, bilingual, kepemimpinan, pembelajaran abad ke-21, dan pendidikan karakter, kemudian dievaluasi secara berkelanjutan melalui sistem monitoring dan supervisi. Penelitian ini menghasilkan kebaruan berupa Integrated Pesantren Strategic Formulation Model (IPSFM) yang terdiri atas enam tahapan strategis sebagai model pengembangan kelembagaan berbasis pesantren integral untuk meningkatkan mutu, daya saing, dan keberlanjutan institusi pendidikan Islam
Downloads



