Keandalan Institusional dan Daya Saing Strategis dalam Pendidikan Islam: Model Terintegrasi Budaya Organisasi Qur'ani
DOI:
https://doi.org/10.35897/ie.v1i4.2675Keywords:
Budaya Organisasi Qur'ani, Keandalan Institusional, Daya Saing Strategis, Manajemen Pendidikan IslamAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana budaya organisasi Qur'ani membangun keandalan institusional serta memperkuat daya saing strategis dalam penyelenggaraan pendidikan Islam, sekaligus merumuskan model terintegrasi yang menjelaskan hubungan keduanya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada Pusat Bahasa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keandalan institusional dibangun melalui internalisasi nilai-nilai Qur'ani, meliputi amanah, ihsan, itqan, syura, istiqamah, dan keadilan yang tercermin dalam disiplin kerja, pelayanan akademik yang konsisten, koordinasi efektif, budaya saling percaya, serta rendahnya konflik organisasi. Budaya organisasi Qur'ani juga meningkatkan kualitas tata kelola melalui transparansi, akuntabilitas, evaluasi berkelanjutan, kepemimpinan yang melayani, dan pengambilan keputusan berbasis musyawarah. Daya saing strategis diperkuat melalui pembelajaran bahasa yang terintegrasi dengan nilai Islam, lingkungan bilingual, inovasi digital, layanan sertifikasi, dan penguatan karakter Qur'ani. Penelitian ini menghasilkan Model Terintegrasi Budaya Organisasi Qur'ani yang menjelaskan bahwa internalisasi nilai Qur'ani membentuk keandalan institusional, meningkatkan kapabilitas organisasi, dan menghasilkan daya saing strategis yang berkelanjutan bagi lembaga pendidikan Islam
Downloads



