Sistem Single-Sex Education dalam Perspektif Gender: Kajian Pendidikan Agama Islam di Madrasah Berbasis Pesantren
DOI:
https://doi.org/10.35897/ie.v1i4.2748Kata Kunci:
Single-sex education, Pendidikan Agama Islam, Madrasah Berbasis Pesantren, Kesetaraan Gender, Hidden CurriculumAbstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis sistem single-sex education dalam perspektif gender melalui kajian Pendidikan Agama Islam di MTs Al-Khoirot Malang. Latar belakang penelitian ini berangkat dari praktik pemisahan kelas berdasarkan gender yang mencakup pemisahan ruang belajar, tenaga pendidik, serta lingkungan interaksi, namun tetap disertai komitmen terhadap kesetaraan akses pendidikan dalam budaya pendidikan pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memahami secara mendalam praktik pendidikan, konstruksi gender, serta nilai-nilai pendidikan Islam yang melandasi sistem pembelajaran berbasis gender di lingkungan madrasah pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesetaraan akses telah terimplementasi secara nyata, ditandai dengan adanya persamaan hak belajar, ketersediaan fasilitas yang relatif setara, serta kesempatan yang seimbang dalam kegiatan organisasi dan pengembangan prestasi peserta didik. Selain itu, sistem pemisahan kelas berbasis gender terbukti meningkatkan kenyamanan belajar siswa, yang tercermin dalam meningkatnya kepercayaan diri, partisipasi aktif, dan kebebasan berpendapat, khususnya bagi siswa perempuan. Dalam perspektif Pendidikan Agama Islam, sistem ini dipahami sebagai bagian dari upaya pembentukan adab, penjagaan moralitas, serta penciptaan lingkungan belajar yang kondusif sesuai kultur pesantren. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya reproduksi nilai-nilai gender melalui hidden curriculum yang secara implisit membentuk persepsi peran laki-laki dan perempuan. Lebih lanjut, budaya pesantren membentuk konsep kesetaraan yang khas, yaitu kesetaraan yang tidak dimaknai sebagai kesamaan mutlak, melainkan sebagai keadilan proporsional berdasarkan prinsip saling melengkapi dalam pendidikan Islam. Kebaruan penelitian ini terletak pada temuan bahwa kesetaraan gender dapat terwujud dalam sistem pendidikan yang terpisah secara struktural tanpa menghilangkan nilai-nilai pendidikan Islam sebagai fondasi utamanya
Unduhan


